Seni Wayang Beber Pacitan Pecahkan Rekor MURI

Bentuk Apresiasi, Ibas Prakarsai Pembuatannya

rekor muri

Ibas menerima penghargaan “Rekor MURI Wayang Beber Terpanjang” sebagai pemrakarsa. Penghargaan diserahkan oleh Sri Widayati,Perwakilan dari pihak MURI.

PACITAN (Jurnalberita.com) – Anggota DPR RI asal Pacitan, Edhie Baskoro Yudhoyono mengaku bangga dengan prestasi kelompok pecinta seni Wayang Beber Sanggar Lung asal Kabupaten Pacitan yang berhasil memecahkan rekor pementasan Wayang Beber terpanjang yaitu, sepanjang 80 meter. “Saya tentu bangga dengan prestasi rekan-rekan seniman Sanggar Lung, yang sudah berupaya memecahkan rekor baru pementasan Wayang Beber terpanjang,” ujar pria yang akrab disapa Ibas ini saat hadir dalam acara penganugerahan Rekor MURI, yang bertempat di Pendopo Bupati Pacitan, Jawa Timur (14/7).

Ibas yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya dan Olahraga menyambut baik dan memberi apresiasi terhadap upaya rekan-rekan seniman Pacitan dalam melestarikan kesenian Wayang Beber. Prestasi yang membanggakan ini membuahkan hasil berupa Wayang Beber Terpanjang yang masuk kedalam Rekor MURI. Prosesi penganugerahan Rekor MURI ini dilakukan oleh Ibu Sri Widayati sebagai Perwakilan dari pihak MURI.

“Dengan ini saya tetapkan sebagai pembuatan wayang beber terpanjang. Sepanjang 82 meter dan lebar 110 cm. Ini mengalahkan rekor sebelumnya di Yogya dengan panjang 49 m x 90 cm pada 9 April 2002. Saya tetapkan juga sebagai rekor dunia dengan nomor 5508,” ujar Perwakilan MURI di Pacitan, Sri Widayati, Sabtu (14/7/2012).

Wayang Beber merupakan salah satu kesenian asli Pacitan. Wayang Beber merupakan sebuah hasil karya yang bisa menjadi salah satu nilai jual untuk meningkatkan potensi pariwisata di Pacitan. Oleh karena itu revitalisasi Wayang Beber harus dimulai dengan kebijakan yang tepat, komitmen pemimpin daerah, dukungan masyarakat dan swasta, serta dilakukan secara sinergis antarpara pihak yang peduli terhadap eksistensi Wayang Beber.

Ibas bersama Anas Urbaningrung, Bupati Pacitan dan seniman wayang beber dilokasi pemajangan wayang beber terpanjang dihalaman pendopo kabupaten pacitan

Berbeda dengan wayang kulit atau wayang golek, cara penyampaian cerita pada wayang beber sedikit lebih unik, yakni melalui lembaran kain atau kertas selebar 3 meter. Kain tersebut bergambar tokoh-tokoh pewayangan. Kemudian kain tesebut dibentangkan dengan dua tongkat di sisi kiri dan kanan sebagai penyangga. Tongkat itu ditancapkan dalam lubang bambu berdiameter 50 cm.

Dengan masuknya Wayang Beber ke dalam Rekor MURI, Ibas berharap agar minat kaum muda Pacitan terhadap Wayang Beber meningkat, serta tetap terjaga kelestariannya. Karena di Pacitan sendiri kesenian Wayang Beber sudah cenderung sulit ditemui. Untuk itu, tugas anak muda penerus bangsa untuk meneruskan warisan seni agung tersebut. “Teruslah berkarya, semoga usaha rekan-rekan seniman ini kedepan semakin mendapat tempat di hati masyarakat luas,” lanjut Ibas. (jbc15)

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s